Estiningtyas's Blog

Just another WordPress.com weblog

Tugas Analisis Tabel

pada Maret 31, 2010

Pertumbuhan Ekonomi

Negara-Negara Berkembang Asia Timur

2006 -2009

Kelompok

Negara/Negara

2006 2007 2008 2009 % Perubahan 2008/2007
Negara berkembang asia timur 9.8 10.2 8.6 8.5 -15.7
Indonesia 5.5 6.3 6.0 6,4 -4.8
Malaysia 5.9 6.3 5.5 5.9 -12.7
Filipina 5.4 7.3 5.9 6.1 -19.1
Thailand 5.1 4.8 5.0 5.4 4.2
Vietnam 8.2 8.5 8.0 8.5 -5.9
Koera 5.0 4.9 4.6 5.0 -6.1
China 11.1 11.4 9.4 9.2 -17.5
Sumber :  World Bank, “East Asia: Testing Times Ahead,

April, 2008

Catatan: Data Bank Dunia pada Tabel II ini tidak berdasarkan

perhitungan PPP pada Tabel I, sehingga tidak sepenuhnya “comparable”.

Namun dapat dianggap sebagai indikator yang cukup memadai tentang
besaran arah pertumbuhan.



Terbitan Bank Dunia tersebut di atas memberi beberapa alasan mengapa tingkat ketahanan dari perekonomian negara-negara berkembang Asia Timur saat ini lebih tinggi daripada di masa lalu. Pertama,  trend mendasar (underlying trend) dari negara-negara Asia Timur lebih tinggi sekitar 4-5% daripada trend pada Negara – negara industri maju.  Karenanya, apabila ada fluktuasi pertumbuhan ekonomi di negara-negara industri (seperti perlambatan ekonomi AS pada awal 2008), maka fluktuasi di negara-negara berkembang seperti di Asia Timur ini tidak akan jauh divergen dari trend mendasarnya yang lebih tinggi tersebut sehingga goncanganya tidak akan terlalu terasa. Kedua, pada resesi AS yang sebelumnya terjadi pada tahun 2001, yang disebabkan oleh pecahnya “bubble” pertumbuhan sektor “high-tech”, menurunya impor AS telah menyebabkan penurunan yang lebih dari proporsianal pada impor AS dari Negara – Negara lain. Namun, menurut laporan Bank Dunia di atas, data perkembangan tahun 2008 dan 2009 tidak menunjukan penurunan yang besar pada impor dari Negara – Negara Asia Timur seperti yang terjadi pada tahun 2001.

Publikasi Bank Dunia tersebut menyimpulkan bahwa mengingat telah lebih kuatnya negara-negara berkembang Asia Timur saat ini terhadap berbagai guncangan siklis dari negara-negara industri maju, maka negara-negara Asia Timur ini sebaiknya tidak terlalu khawatir atas adanya perlambatan ekonomi AS pada tahun 2008. Yang lebih penting lagi adalah mengkosolidasi kebijakan ekonomi makronya, baik kebijakan fiskal, moneter, maupun neraca pembayarannya.

Dalam hal kebijakan fiskal, laporan Bank Dunia ini mengatakan bahwa posisi fiskal negara-negara Asia Timur umumnya sudah baik seperti ditunjukkan oleh defisit fiskal yang masih dalam batas-batas terkendali, rata-rata 2% PDB dan rasio utang pemerintah yang semakin menurun. Hal ini akan memberi ruang gerak anggaran (fiscal space) yang tetap sehat untuk dapat meningkatkan permintaan dalam negeri jika terdapat penurunan permintaan luar negeri.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: