Estiningtyas's Blog

Just another WordPress.com weblog

Kasus Pajak Grup Bakrie Diminta Segera Diusut

pada Februari 27, 2010

15 Dec 2009
Bumi Resources menyatakan ada perbedaan persepsi dengan otoritas pajak.
JAKARTA – Lembaga swadaya masyarakat meminta agar kasus pajak Grup Bakrie segera diusut tuntas.
Sekretaris Jenderal Trans-parency International Indonesia Teten Masduki menyatakan aparat penegak hukum harus berani mengungkap kasus ini. “Biar ketahuan motifnya, apakah kriminal, rekayasa pembukuan, atau manipulasi,” kata Teten kemarin.
Menurut Teten, pengungkapan kasus pajak ini penting segera dilakukan, mengingat pajak merupakan sektor pendapatan negara terbesar dalam anggaran pendapatan dan belanja negara.Peneliti Indonesia Corruption Watch, Febri Dian-syah, menegaskan, jika benar ada dugaan pidana pajak dalam kasus ini, hal itu harus segera dibeberkan ke publik. Ia mempertanyakan kenapa kasus yang terjadi dua tahun lalu itu baru diungkap sekarang.
Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo pada Jumat lalu mengungkapkan, tiga perusahaan tambang Grup Bakrie diduga telah melakukan tindak pidana pajak dengan total nilai kerugian negara sekitar Rp 2,1 triliun pada tahun buku 2007.
Dua perusahaan kini sudah berstatus penyidikan, yaitu PT Bumi Resources Tbk dan PT Kaltim Prima Coal. Sedangkan PT Arutmin Indonesia masih dalam tahap pemeriksaan bukti permulaan.Senior Vice President Investor Relations Bumi Resources, Dileep Srivastava, Ahad lalu membantah tudingan bahwa perusahaannya melakukan tindak pidana pajak. “Bumi tidak per-nah mengabaikan kewajiban pembayaran pajak,” ujarnya.
Itu sebabnya, Dileep menambahkan, persoalan ini sesungguhnya bukan isu baru. “Bagi kami, ini merupakan kesempatan bagus untuk menyelesaikan banyaknya perbedaan persepsi antara Bumi, sebagai pemegang status kontrak tambang pertama atas aset-aset utamanya, dan otoritas pajak.”
Berdasarkan Undang-Undang Pajak, penyelesaian tunggakan kewajiban pajak dimungkinkan dengan dua cara. Jika kasusnya bukan tergolong pidana dan belum masuk ranah penyidikan, penyelesaiannya bisa dilakukan melalui mekanisme administratif dengan cara membayar denda 2 persen per bulan dengan jangka waktu maksimal dua tahun atau 48 persen.
Mekanisme ini tidak berlaku jika kasusnya sudah masuk tahap penyidikan dan dikategorikan pidana. Proses penyidikan bisa saja dihentikan jika wajib pajak sepakat menyelesaikannya di luar pengadilan (out-of-court settlement) dengan membayar pokok tunggakan plus denda empat kali lipat Namun, jika berkas penyidikan sudah masuk pengadilan, penyelesaiannya harus lewat sidang pengadilan dengan ancaman hukuman kurungan plus denda.
Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin mulai mempelajari dokumen pajak Bumi serta dua anak perusahaan tambang Grup Bakrie lainnya. “Kalau diperlukan, kami akan panggil emiten yang bersangkutan untuk dimintai penjelasan,” kata Direktur Pencatatan BEI Eddy Sugito di kantornya.
Febri berharap pengungkapan kasus pajak ini bukan bagian dari konflik personal Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan Aburizal Bakrie. “Kalau memang ada penggelapan pajak, beberkan saja ke publik.” Begitu juga sebaliknya. “Kalau Aburizal punya data cukup tentang keterlibatan Sri Mulyani, beberkan juga. Ini akan menguntungkan masyarakat.”
Ringkasan Artikel Ini
Kasus Pajak Grup Bakrie Diminta Segera Diusut. Menurut Teten, pengungkapan kasus pajak ini penting segera dilakukan, mengingat pajak merupakan sektor pendapatan negara terbesar dalam anggaran pendapatan dan belanja negara.Peneliti Indonesia Corruption Watch, Febri Dian-syah, menegaskan, jika benar ada dugaan pidana pajak dalam kasus ini, hal itu harus segera dibeberkan ke publik. Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo pada Jumat lalu mengungkapkan, tiga perusahaan tambang Grup Bakrie diduga telah melakukan tindak pidana pajak dengan total nilai kerugian negara sekitar Rp 2,1 triliun pada tahun buku 2007.

SUMBER : bataviase.co.id/detailberita-10404443.html


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: